Senin, 01 Februari 2010

Queen Soendoek 56

Di markas dewan keamanan, Yushin (Uhm Tae-woong) terus berusaha meyakinkan Bidam kalau pihak Baekje bakal menyerang benteng Daeya dengan menggunakan mata-mata. Namun bukannya langsung bertindak, Bidam malah mengolok-olok Yushin dengan menyebut bahwa yang harus dikuatirkan sang jendral adalah keselamatannya.

Kemunculan Yeomjong membuat wajah Bidam berubah, yang kemudian disusul oleh para kroninya yang sangat kaget saat tahu Ratu Seon Deok (Lee Yo-won) ternyata memberi perintah rahasia pada Yushin. Namun Bidam masih punya satu kartu as : ia tidak memberitahu sang ratu kalau Yushin kepergok tengah dua pentolan Bokyahwei alias pemberontak Gaya.

Setelah mengirim pasukan untuk melindungi benteng Daeya, Ratu Seon Deok dikonfrontir oleh Bidam, yang mempertanyakan keputusan sang junjungan mengirim Yushin yang notabene telah dicap sebagai penjahat. Namun, dengan tangkas Ratu Seon Deok membalikkan pertanyaan dengan balik bertanya mengapa Bidam tidak percaya akan keputusannya yang jauh dari kesan subyektif.

Sambil menatap tajam, Bidam menyebut bakal menjelaskan alasannya di kemudian hari. Di kediamannya, para anggota dewan seperti Seolwon (Jun Noh-min), Misaeng (Jung Woong-in), dan Hajong (Kim Jung-hyun) mendesak agar Bidam membeberkan kalau Yushin kedapatan tengah bersama Wolya (Joo Sang-wook) dan Seolji (Jung Ho-geun). Namun dengan tersenyum licik, Bidam membeberkan alasannya sambil mengatakan tengah menunggu saat yang tepat.

Di markas para pemberontak Gaya alias Bokyahwei, Wolya terus memikirkan perkataan terakhir Yushin. Muncul untuk melaporkan soal inovasi busur baru yang sukses, Seolji mengingatkan kembali soal bangsa Gaya yang telah ditindas selama puluhan tahun.

Setelah mengerahkan pasukan, ternyata tidak ada mata-mata seperti yang diberitahu Yushin di benteng Daeya. Kabar tersebut membuat Ratu Seon Deok terkejut, dan tekanan dari para bangsawan untuk menghukum Yushin semakin kuat. Apalagi di tengah rapat, Bidam muncul sambil membeberkan fakta kalau Yushin sempat bertemu Wolya dan Seolji saat menyusup ke Baekje.

Setelah rapat selesai, Ratu Seon Deok langsung membentak Bidam yang terus berkelit saat ditanya soal Yushin. Ia sadar bahwa satu-satunya alasan kenapa Bidam tidak menceritakan pertemuan Yushin dengan Wolya dan Seolji adalah untuk menekan posisi sang jendral pada saat yang tepat. Saat tengah dipusingkan oleh masalah tersebut, tiba-tiba muncul ide brilian dari Chunchu (Yoo Seung-ho).

Bidam kembali mendatangi Ratu Seon Deok sambil mengatakan bahwa bila diperintahkan, ia siap menyelamatkan Yushin. Tapi sang ratu dengan jeli mampu menebak bayaran apa yang harus diberikan : pernikahan. Bidam yang mati kutu langsung terdiam, dan mendatangi sel Yushin. Disana, Bidam yang berusaha memprovokasi Yushin mulai sadar kalau pria itu tidak berbohong demi melihat dedikasi dan tatapannya yang berkobar-kobar.

Begitu ada kesempatan, Seolwon menghadap Ratu Seon Deok sambil menasehatinya soal Bidam. Di istana, tekanan untuk menghukum mati Yushin semakin kuat dari para bangsawan. Di sisi lain, para hwarang dan orang-orang yang setia pada Yushin terus memohon pengampunan. Hal ini membuat posisi Ratu Seon Deok serba sulit, apalagi Jukbang (Lee Moon-shik) yang biasanya jarang berkomentar juga mendukung pengampunan Yushin.(indosiar.com/mdL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar