Kamis, 04 Februari 2010

Memories of Bali 17


Saat sedang termenung dikantor, mendadak Jae-min mendapat perintah dari sang ayah untuk pulang. Sesampai dirumah, ia dihajar dengan tongkat golf hingga babak-belur dan diancam untuk tidak meneruskan hubungannya dengan Soo-jung kalau tidak ingin gadis itu celaka.

Jae-min terperangah, ia tidak menyangka ayahnya bakal sekejam itu. Di apartemen yang diperuntukkan untuk Soo-jung, ibu Jae-min meminta asisten anaknya untuk membersihkan lokasi tersebut. Dirumah Mi-hee, Soo-jung hanya bisa terdiam ketika Mi-hee menanyakan keberadaan Jae-min. Diam-diam saat sendirian, gadis itu menangis.

Sejak perpisahan mereka, ponsel Jae-min tidak bisa dihubungi. Saat pria itu kembali ke apartemen, ia terkejut melihat Soo-jung telah menunggu. Gadis itu tidak sadar kalau ada sesuatu yang salah, Soo-jung menyerahkan kunci apartemen sebelum mengucapkan selamat tinggal. Didalam apartemen, Jae-min menangis sesunggukan karena tidak berdaya mencegah kepergian Soo-jung yang dicintainya.

Mencoba peruntungan terakhir, Jae-min meminta waktu bertemu Young-joo dan meminta gadis itu untuk melepaskannya. Dengan senyum sinis, Young-joo menolak dan mengingatkan Jae-min bahwa hari pernikahan mereka sudah semakin dekat.

Pernikahan sendiri akhirnya benar-benar tidak bisa dihindari, namun sejak itu pula Jae-min bagai orang yang telah kehilangan semangat hidup. Ketika dua keluarga besar berkumpul, ia menerima telepon dari Soo-jung yang mengucapkan selamat dan meminta waktu bertemu.

Berusaha mengeraskan hati sambil menahan tangis supaya tidak ketahuan oleh pihak keluarganya yang sedang berkumpul, Jae-min menolak permintaan tersebut. Soo-jung hanya bisa terdiam, namun perhatiannya teralih oleh suara diluar kamar. Rupanya ada In-wook yang sedang mabuk disana, pemuda itu minta maaf karena telah menyakiti hati Soo-jung. Keduanya berpelukan dengan erat.

Keesokan harinya saat memimpin rapat, Jae-min mendapat tepukan dan ucapan selamat dari para bawahannya. Tak jauh dari sana, In-wook dimarahi kakak Jae-min karena laporannya tidak memuaskan. Diam-diam, In-wook menyusun siasat bersama beberapa pihak asing.

Ketika bertemu sang ayah, Jae-min melontarkan niatnya untuk membeli sebuah bar di pulau Bali. Young-joo yang mendengar terkejut. Ketika tinggal berdua dengan sang suami, ia menyindir Jae-min yang seolah terus berusaha menghukum dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar