Senin, 01 Februari 2010

Queen Soendoek 55

Semua rencana Bidam (Kim Nam-gil) dan kroni-kroninya untuk menggoyang kabinet buyar ketika Ratu Seon Deok (Lee Yo-won) mengumumkan rencana pergeseran sejumlah posisi, sang ratu malah menunjuk Chunchu (Yoo Seung-ho) dan Kim Seohyeon (Ju Sung-mo) untuk menduduki posisi strategis. Yang menyakitkan, biro pimpinan Bidam kini malah harus melapor ke Kim Yongchun (Do Yi-sung) yang berposisi sebagai perdana menteri.

Keruan saja, Bidam yang merasa dibohongi protes dan kembali mempertanyakan keputusan Ratu Seon Deok yang begitu merugikan pihaknya. Meski Bidam mengaku kalau pengabdiannya tulus, namun Ratu Seon Deok juga sadar bahwa pria tersebut berniat menggunakan dirinya untuk meraih kekuasaan. Sempat dipeluk Bidam, dengan suara tegas Ratu Seon Deok mengatakan bahwa selama dirinya berkuasa, maka ia akan menyingkirkan semua kepentingan pribadi.

Ditemani oleh anak buahnya, Yeomjong bertolak ke Usan dengan satu tujuan : menghabisi Yushin. Namun saat sampai ke tempat pengasingan sang jendral, yang ditemuinya hanyalah sebuah gubuk kosong. Rupanya, Ratu Seon Deok menggunakan alasan pengasingan sebagai samaran bagi tugas Yushin yang sebenarnya yaitu menyelidiki kondisi kerajaan Baekje.

Begitu kembali ke Seorabol, Yeomjong langsung melaporkan temuannya pada Bidam. Apes baginya, Bidam langsung bisa mencium kalau pria yang berprofesi sebagai mata-mata itu menyimpan niat buruk. Saat dikonfrontir, Yeomjong sambil tertawa licik mengungkapkan rencananya membunuh Yushin. Pikiran Bidam langsung bergerak cepat, siapa yang menjadi dalang lenyapnya Yushin : Wolya atau...Ratu Seon Deok?

Dengan menyamar sebagai kurir, Yushin yang ditemani oleh Goksaheun (Jun Young-bin) dan Imjong (Kang Ji-hoo) berhasil menyusup masuk ke perkemahan Baekje yang dikomandani dua jendral terbaiknya Gyebaek dan Yoonchung. Sikap Yushin yang tidak seperti kurir pada umumnya memancing kecurigaan, namun untungnya sang jendral bisa berulang kali lolos dari jebakan.

Sepandai-pandainya tupai melompat pada akhirnya akan jatuh juga, hal itu dialami Yushin. Karena salah mengambil gulungan kertas, kedoknya terbongkar. Saat posisi genting, tiba-tiba muncul Wolya dan Seolji serta pasukan Bokyahwei sebagai penyelamat sehingga Yushin dan rekan-rekannya bisa lolos.

Bisa dibayangkan, bagaimana kecewanya Wolya dan Seolji saat Yushin yang sudah diselamatkan tetap menolak bergabung. Dengan suara mantap, sang jendral menyebut bahwa sebagai orang Gaya, yang harus dilakukan adalah memastikan bangsanya tidak akan ditindas lagi dan bakal diperlakukan sama dengan rakyat Shilla lain. Dengan suara lemah, Wolya memutuskan untuk mengakhiri pertemanannya dengan Yushin.

Begitu hendak kembali untuk melaporkan temuannya, Yushin dihadang pasukan pimpinan Bojong (Baek Do-bin) dan langsung diseret ke hadapan Bidam. Begitu Bojong melaporkan kalau Yushin telah ditangkap dengan tuduhan sebagai mata-mata Baekje, Ratu Seon Deok tidak bisa lagi menahan kemarahannya.(indosiar.com/mdL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar