Kamis, 04 Februari 2010

A love to Kill (11)

Ketika sedang mengawal Eun-seok menjajal gaun pertunangan, tanpa sengaja Da-jeong melihat Bok-gu disisi gadis itu. Bisa dibayangkan bagaimana terkejutnya Da-jeong, ia langsung memandang pria itu dengan sinis sebelum melangkah pergi.

Joon-seong juga tidak kalah gusar melihat kedekatan Eun-seok dan Bok-gu, ia langsung memutuskan untuk mempercepat pertunangan dan mengancam bakal melakukan segala cara bila gadis itu berusaha menghindar. Di tempat lain, Bok-gu berusaha membujuk Da-jeong yang mengira pemuda itu telah melupakan dendamnya pada Eun-seok.

Memutuskan untuk tidak membongkar rencananya, Bok-gu melangkah pergi sebelum gerakannya terhenti akibat bunyi telepon genggamnya. Tahu bahwa yang menelepon adalah Eun-seok, pria itu sengaja tidak bicara melainkan bersiul melantunkan lagu pengantar tidur sang majikan. Sambil tersenyum, Eun-seok akhirnya ternyenyak.

Keesokan harinya saat syuting, mendadak Joon-seong muncul bersama sang ayah untuk menunggui Eun-seok. Kembali terjadi sesuatu, sebuah motor yang dikemudikan seorang tidak dikenal menerobos masuk ke lokasi dan nyaris saja menabrak gadis itu. Lagi-lagi, kesigapan Bok-gu membuatnya mampu menyelamatkan sang majikan.

Da-jeong yang lagi-lagi melihat kejadian itu langsung melangkah pergi dengan gontai, tatapan Bok-gu membuatnya sadar kalau pria itu telah jatuh cinta dengan Eun-seok. Bahkan ketika malamnya pria itu muncul dihadapannya, kemarahannya tidak juga mereda dan malah semakin berpikir yang tidak-tidak.

Tidak mau kalah lagi, Joon-seong bertindak cepat. Pertama yang dilakukannya adalah mengakui perasaan yang sesungguhnya terhadap Eun-seok, yang sayangnya mendapat penolakan. Kedua, ia berusaha menyingkirkan Bok-gu dengan alasan siap membiayai operasi Da-jeong.

Namun, sikap tersebut malah membuat Bok-gu semakin bernafsu untuk merebut Eun-seok. Lewat pesan singkat, ia meminta gadis itu untuk datang ke sasana tempatnya berlatih. Sambil menatap mata sang majikan, Bok-gu meminta ijin supaya boleh menyukai Eun-seok sebelum kemudian mencium keningnya.(mdL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar