Senin, 01 Februari 2010

Queen Soendoek 21

Dengan wajah penuh darah, Bidam (Kim Nam-gil) tersenyum sinis melihat musuhnya lari terbirit-birit. Sikapnya yang tidak bisa ditebak membuat Yushin (Uhm Tae-woong) yang baru tiba salah sangka, keduanya nyaris terlibat pertarungan kalau saja Deokman (Lee Yo-won) tidak melerai.

Setelah menyerahkan baju tempurnya, sebagai ganti ikat kepala yang digunakan untuk membayar makanan, Yushin bergegas mengajak Deokman meninggalkan gubuk persembunyian. Namun, keduanya tidak sadar kalau mata-mata Kim Seohyeon (Ju Sung-mo) terus menguntit dan mengabarkan perkembangan yang terjadi pada sang majikan.

Begitu sampai di desa, Yushin melihat sekelompok hwarang tengah sibuk dan sadar bahwa Mishil juga tengah mengincar Deokman. Karena hampir semua jalan keluar diblokir, satu-satunya kesempatan bagi mereka adalah pergi ke desa Yangji yang tengah dilanda wabah misterius.

Kedatangan Yushin dan Deokman di desa Yangji bertepatan dengan saat Bidam (Kim Nam-gil) tengah dimarahi oleh gurunya, yang rupanya sudah hapal dengan watak muridnya yang tidak pernah melakukan segala sesuatu tanpa pamrih.

Penuturan Deokman dan Yushin yang membenarkan penjelasan Bidam membuat pria setengah baya yang ternyata adalah Munno (Jung Ho-bin) tersebut akhirnya mengalah, namun ia tetap memerintahkan sang murid untuk mencari bahan obat-obatan sebelum semuanya terlambat. Tidak cuma itu, Munno juga meminta Yushin dan Deokman untuk meninggalkan desa Yangji.

Saat tengah mencari akar jahe liar, sosok Bidam terlihat oleh Seolwon (Jun Noh-min). Dengan iming-iming memberi apa yang dicari Bidam, Seolwon mengajukan satu syarat : pria berpenampilan seperti gelandangan itu harus menyerahkan Deokman sebagai imbalannya.

Memutuskan untuk tinggal membantu Munno, tanpa tahu siapa pria itu sebenarnya, Yushin dijebak oleh Bidam hingga terkurung di kandang yang sempit. Tidak memperdulikan teriakan penuh amarah dari pria itu, Bidam mengikat Deokman yang rencananya bakal diserahkan ke Seolwon.

Dengan wajah dingin, Bidam menyebut bahwa Deokman bakal menyelamatkan ratusan orang yang tengah terjangkit penyakit. Ucapan itu membuat mental Deokman semakin ambruk, ia sadar bahwa bila dirinya sudah tidak ada, keadaan akan lebih baik bagi semua orang.

Di Seorabol, kabar ditangkapnya Deokman membuat kubu Mishil (Go Hyeon-jeong) begitu gembira. Saat tinggal sendiri, Mishil diingatkan oleh Pendeta Seori (Song Ok-sook) tentang ramalan bintang biduk. Dengan senyum sinis, Mishil menyebut tidak percaya akan segala bentuk ramalan.

Pergolakan politik istana makin panas setelah Sejong menggelar rapat kabinet darurat. Seperti yang bisa ditebak, rapat tersebut membahas soal putri kembar Raja Jinpyeong (Jo Min-ki). Tidak sekedar asal bicara, Sejong menghadirkan bukti hidup berupa Chilseok (Ahn Kil-kang). Setelah pengambilan suara yang dimenangi kubu Sejong, Chilseok akhirnya menuturkan semua yang dialaminya selama 20 tahun.

Setelah hari berganti, Bidam menggiring Deokman ke tempat dimana ia berjanji bakal bertemu Seolwon. Di perjalanan, Bidam baru sadar kalau sang tawanan selama diikat menggenggam belati Raja Jinheung. Sudah tentu ia heran, pasalnya dengan belati tersebut Deokman bisa meloloskan diri namun hal itu tidak dilakukan.

Rupanya Deokman punya rencana lain, ia berhasil meyakinkan Bidam untuk membiarkan dirinya memegang belati Raja Jinheung. Sesuai perjanjian, Bidam akhirnya menyerahkan Deokman ke tangan Seolwon dengan imbalan beberapa peti akar jahe liar. Namun sepanjang perjalanan pulang, pikiran Bidam melayang pada sikap aneh Deokman yang seolah pasrah.

Begitu menceritakan apa yang terjadi pada sang guru, Munno langsung marah besar dan membentak Bidam sambil menyebut kalau nyawa manusia terlalu berharga untuk ditukar dengan apapun termasuk nyawa manusia lain. Ketika sibuk membantah, Bidam tiba-tiba teringat sesuatu dan langsung berpamitan untuk mengejar rombongan yang menahan Deokman.

Usaha Deokman untuk bunuh diri dengan menggunakan pisau Raja Jinheung gagal, namun tiba-tiba muncul Bidam. Menyebut telah berubah pikiran dan bakal membebaskan Deokman, ucapan Bidam langsung ditertawakan oleh Bojong (Baek Do-bin) dan Seokpum (Hong Kyung-in).

Hanya meringis karena diremehkan, Bidam langsung menghunus pedangnya dengan satu gerakan cepat. Dikeroyok oleh belasan orang berkemampuan tinggi, tiba-tiba dari belakang muncul Yushin yang berhasil membebaskan diri. Kini, semuanya tergantung Yushin dan Bidam untuk menolong Deokman.(indosiar.com/mdL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar